Written by el masarif on January 31, 2009 – 10:53 am
Ini bukan lelucon atau guyonan, tapi serius. Ini adalah Tragedi!
Beberapa hari saya off dari dunia blog. Membumi, men’tanah’, me’pasir’ dan kembali ke pohon. Secara bersamaan beberapa komputer yang ada di tempatku mati. Satu komputer mati karena heatsinknya yang melemah dan makin lemah wahnan ‘ala wahnin hingga pada hari itu tak bisa ditolong lagi. Yang tidak mengenakkan adalah berita dari komputer yang lain, yang juga mati. Betapa saya terkejut setelah casing saya buka, sampah plastik dan kekayuan ada didalamnya. Rupanya si tikus menari di ruang sempit namun berduit casing computer. Akibat tarian itu dia lapar, kemudian menggigit cable power supply, dan jalur strategis lainnya. Waks…
Beberapa hari sebelum sebenarnya saya sudah memergoki beberapa sampah mainboard dan dan casing dalam rak sampah yang sudah tercerai berai dari induk semangnya. Kabel berantakan, terburai dari papan utamanya. Saya berpikir positif bahwa, sampah-sampah ini sudah selayaknya meninggalkan tempat ini dan pergi ke tempat yang lebih layak. Karena sifat baik hati itu, saya tidak berpikir panjang untuk upaya preventif terhadap aksi-aksi sitikusnari beriutnya, istilah jawanya ngentengke, istilahnya Pak Heri Tasahul (bener nggak, pak? )
Ternyata, terjadilah hari itu… sehingga sekarang saya bertopang pada komputer jadul P-III 450 HDD 6 GB dengan suara gemeretak apabila melakukan aktifitas yang mencolok.
Seorang sahabat menyindiri, jangan salahkan si tikus menari di tempatmu hingga melumat semua alat kerjamu tapi cobalah meraba apa yang telah kau lakukan selama ini, dari mana kau dapat barang-barang-barang itu, sudah kah kau tunaikan kewajibannmu?
Di ruang P Heri saya temukan tamparan yang lebih dahsyat lagi, sudah siapkah kamu bertemu Ramadhan?
Ah.. semoga cara saya menghibur kekalahan dengan sitikusnari ini tidak salah. Saya tidak ingin menuduh pihak X dengan menggunakan X sehingga saya XX sebagai asal muasal peristiwa ini. Saya memang sudah terlalu ‘lupa’ terhadap kewajiban, dan memang betul saya bahkan juga lupa bahwa bulan ini adalah sya’ban yang tinggal berhadapan muka dengan Ramadhan.
Mohon saran dan masukan dari sahabat…

[...] online, nantinya.” Bak gayung bersambut, keinginan itu bagaikan doa, terdapat serombongan tikus yang menari sehingga jadilah komputer saya tinggal [...]