Suara ‘Obama’ menang di TPS 04
Pemilihan gubernur Jawa Timur putaran kedua sedang bergulir. Dua calon yang bertarung adalah pasangan Karwo dan Kaji. Dan hei… jangan sembarangan saya termasuk panitia ajang akbar tersebut lo… Naik pangkat untuk sesaat
yaitu menjadi anggota KPPS dari yang semulanya warga pengangguran biasa. Tidak ribet (nampaknya) tugas yang di emban sebagai anggota KPPS, kecuali saat distribusi undangan kepada masyarakat yang ’sedikit’ ribet. Kata ’sedikit’ sengaja saya beri tanda kutip, karena tidak enak untuk langsung mengatakan ribet :). Data yang dipakai entah tahun berapa, karena nama istri saya dan nama-nama baru tidak tercantum dan bahkan nama kakak yang sudah menikah lumayan lama pun masih ada disini. Nampaknya bener-bener lumayan lama. Yap, singkat cerita saya dapat bagian di TPS 04 Desa Sumberberas Kec Muncar Kab. Banyuwangi. Dan inilah inti cerita yang mau saya share:
Kami berenam: Sukarman SPd, Hariyono, P Tego, Sumantri, Mas Nanang dan saya sendiri, berkumpul dan berbincang sambil menunggu logistik kiriman dari Desa datang. Perbincangan bergulir dari mulai perkenalan sekaligus pengakraban. Perkenalan? Lebih tepatnya saya yang belum kenal dengan beberapa teman KPPS. Nyaman dan saya rasakan penuh keakraban. P Sumantri yang berprofesi sebagai Tukang servis sekock di pinggir jalan itu ternyata mampu dan menguasai medan perpolikan dari jaman dulu penjajahan hingga situasi politik sekarang. Isu utama yang kami bincangkan adalah General Election Amrik antara John Mccain dan Barack Obama. Sebuah situasi kemoderenan kami bandingkan dengan Indonesia. Disana pemilu tidak kayak kita lo.. sudah pake touch screen, tinggal sentuh layar dan suara sudah masuk, saya mengawali pembicaraan.
Ternyata pembandingan terus berlangsung mulai, “kira-kira kapan ya di Indonesia menerapkan sistem seperti itu?” Mas Nanang tertawa, mungkin 20 atau mungkin 50 tahun lagi. Saya berpikir sebaliknya, bisa jadi pemilu depan atau depannya lagi technologi tersebut sudah kita terapkan. La wong ‘pastinya’ itu nanti di lungsurkan dengan cara dibuat bantuan ke kita.
Seperti kereta api, mobil-mobil besar sampai komputer yang ada sekarang.
Wajar saja pemikiran mas Nanang yang mengatakan itu bakal terjadi lama sekali atau mungkin tidak akan pernah terjadi proses pemilihan serupa itu. mengingat bilik suara saja kita tidak bisa membuat sendiri. Tinta suara masih buatan India. Wah.. padahal anak negeri kita banyak yang pinter. Kontes robot menang terus, olimpiade matematika dan sains juga menang. Sumber daya alam juga melimpah. Tanaman yang kita punya mempunyai keragaman yang tidak di punya oleh negara lain.
Mulailah perbincangan sedikit bergeser ke arah tanam-tanaman obat dan khasiatnya.
Perbincangan betul-betul awet dan tahan lama. Tapi berakhir juga sekitar jam 11.15. Secara garis besar pembicaraan kami menyorot Situasi politik dalam negeri - politik daerah - perilaku para politikus - Pilpres Amerika - prediksi kemenangan Obama - Kekayaan Intelektual Indonesia - Kekayaan sumber daya Alam - Obat obatan - tanaman obat - hewan yang bisa di jadikan obat, semisal undur-undur, tokek, klarap, ular dan buaya.
Di penghujung perpisahan karena sudah larut temen menyimpulkan menjadi satu garis perbincangan: Pembicaraan kita di awali dari politik dan perilaku politikus negeri ini sedang di akhir pembicaraan kita tutup dengan topik ular dan buaya. Wah… kok nyambung, ya?
Masyhurkan iklan Anda dengan memasukkan ke bookmark Online Sebagai berikut:




