Banner
Sepertinya ini Indonesia
This is my site Written by el masarif on January 31, 2009 – 11:49 am

siemen m35Aku tidak bisa mengatakan Republik Mimpi yang mempunyai BBM untuk menyalurkan mimpinya. Kelugasan yang ingin saya bawa tidak mengijinkan untuk perkataan itu. Aku tidak mampu membilang indonesia dengan negeri-negeri lain. Indonesia adalah kebanggaan. Indonesia adalah ikon kemakmuran. Lihatlah sawah dan ladang yang membentang. Kecerdasan bertebar di seluruh pelosok. Lihatlah ajang dan event olimpiade sains di tingkat international. Bendera Indonesia menghias dengan gagah disana. Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia melimpah tak kekurangan. Bicara masalah kultur budaya dan seni? tidak lain itulah Indonesia. Nyaris tanpa cela.

Kemaren malam saya menyaksikan ‘Todays dialoge’ di Metrotv. Sebuah acara perbincangan yang mendatangkan wakil pembicara dari partai politik berkuasa serta wakil partai politik oposisi. Topik yang diangkat adalah tentang nilai kinerja pemerintahan SBY-JK selama 4 tahun ini. Adu argumentasi, saling serang dan saling membela diri.

Satu jam acara berlangsung. Acara usai dan pembicara saling bermusafahah. Mereka bersalaman, senyum dan acara bener-bener selesai. Terdapat nilai yang bisa saya tangkap, negeriku sudah siap maju. Kritikan adalah bumbu penyedap untuk penguasa sehingga terhidang sajian kepemimpinan yang menggugah selera. Pemimpinku jadi punya kaca untuk bisa instrospeksi.

Oposisi mesti ada. Bisa di bayangkan sebuah pemerintahan yang tidak ada kontrol politik dan sosialnya. Yang berjiwa besar mampu menjadikan kritik sebagai wasilah untuk maju, bukannya mengancam atau mengebiri sebuah suara. Terlebih suara dari kaum minoritas.

Indonesiaku. Kau kebanggaanku.

Pagi hari ini. Phonecel Siemens M-35 saya berdering, “bi, hapus semua posting terkait dengan kontroversi antrean tempo hari. Kalau abi masih sayang umi” suara istriku dari ujung telephon.

Lo.. dimana aku tinggal??

Posted in  

2 Responses »

  1. [...] segera kalimatmu tentang angin segar kemunduran amerika tersebut kalau tidak ingin ada masalah seperti Indonesia. Meski kamu tahu itu berarti otoritarianisme negara adidaya yang menjadi polisi dunia yang menekan [...]

  2. [...] Ini adalah bagian tersulit itu. Saya berpikir: rentetan kejadian ini akibat salah perhitungan atau salah perkiraan? Perhitungan? Dalam skala kecil saya tahu penjumlan hasil dari penambahan satu di tambah satu adalah dua. Ini adalah perhitungan. Tapi ternyata itu hanya ada di dunia matematik, tidak berlaku di dunia lain. Pernyataan yang benar adalah semoga satu di tambah satu sama dengan dua. Atau? saya kira satu ditambah satu adalah dua. Ah.. dunia apa ini? Sepertinya? [...]

Leave a Reply