Written by el masarif on January 31, 2009 – 12:12 pm
Saya ingin berubah.
Cerita ini sudah basi untuk blogger-blogger lain. Saatnya masarif menginginkanya. Boleh, dong…
Saya akan lebih berani, tidak (terlalu) malu-malu menyimpan hasrat dan keinginan. Berani menyatakan, “Brak!!” untuk membuat gebrakan.
Pada suatu kesempatan menonton televisi bareng keluarga, salah satu acara TransTv yaitu ‘Jika aku menjadi’ ada adegan yang memaksa air mata turun. Saat itu -entah siapa nama namanya- ‘jika aku menjadi’ berada di wilayah Jakarta Utara area ojek sepeda. Apakah sampean juga menyaksikannya? Yah… satu orang dari sekian banyak tukang ojek itu berkesempatan masuk TV lewat acara ‘jika aku menjadi’. Dan memang sangat menyentuh kehidupan mereka sehari-hari. Untuk mendapat uang 5000 saja dia harus ngojek sepanjang kelelahan dan keringat yang mengucur dari ujung rambut hingga ujung kaki. Karena sudah biasa, keringat itupun masuk kedalam dan di konsumsi tubuh si tukang ojek kembali, asat tidak muncul ke permukaan.
Alhamdulillah cerita nyata ini berakhir dengan kebahagiaan. Di akhir acara tim jika aku menjadi mengulurkan kail usaha lengkap untuk membuka toko kecil-kecilan di rumahnya, tentu saja bisa berkumpul bersama keluarga. Indah, bukan?
Ternyata tidak sesederhana itu kesedihan berlalu. Tukang ojek itu tidak sendiri, dia ada puluhan bahkan ratusan. Tiba-tiba saya teringat mereka. Satu tukang ojek bisa terentaskan tapi menyisakan puluhan tukang ojek lainnya. Mereka masih belum beruntung.
Saya ingin berubah, bisa berubah, bisa merubah…
Jika aku menjadi…