Written by el masarif on January 31, 2009 – 12:16 pm
Masih ingat kabar besar tentang konversi minyak tanah ke gas? Masih hangat di pekabaran negeri tentang isu konversi tersebut, hingga tahap pelaksanaan yang menuai pro dan kontra, termasuk juga import tabungnya dari china. Seiring berjalannya waktu pemerintah sukses melaksanakan rencana konversi tersebut dan sedikit gaptek masyarakat ckidah-ckidih menggunakan barang baru tersebut. Saking gagapnya beberapa warga menjadi korban barang baru tersebut. Tidak mengapa, akhirnya mereka terbiasa juga, kok. Dan memang terbukti lebih irit dibanding menggunakan minyak tanah. Ya, kan?
Ketergantungan tersebut belakangan berbuah kegetiran. LPG langka, minyak tanah sudah di tarik dari peredaran. Warga yang cerdas dan tidak gengsi segera memutar otak mencari solusi. Berikut solusi yang hadir dan bisa diterapkan yang lain: menggunakan kompor alternatif, menggunakan kayu bakar ada juga yang go to the junggle.
Silahkan pilih yang mana. Sebagai informasi jika ingin menggunakan junggle jagung, sebelumnya harus di jemur dan mesti betul-betul kering dan berhati-hatilah karena Junggle Jagung ini meproduksi asap yang lumayan banyak dan membuat mata pedih. Waspadalah… waspadalah!!
Empat kalimat tanya buat Bapak dan Ibu pembuat kebijakan: Apakah? Bagaimana? Kenapa? Dimana?
