Written by el masarif on January 31, 2009 – 12:10 pm
??? ???????? * ????? ??? ??????? ??? ????? ??????? * ? ??? ?????? ?? ?????? ??????.
Artinya “Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang. (yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi. dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi.”. (QS. al-Muthaffifin: 1-3)
Seringkali saya menggunakan sudut pandang sendiri dalam melihat permasalahan, yang sedikit membuat berbeda dengan yang lain adalah, hal itu saya ungkapkan (lewat blog). Kali ini saya mencoba melihat masalah menggunakan sudut pandang kita. Masing-masing kita adalah ‘kita’ dan anggaplah saya sebagai saya, anda adalah anda dan katakan, “Jadikan saya sebagai duta penyeimbang”
Apa yang ada di benak anda tentang kata “celaka”? Itu adalah kondisi tidak mengenakkan, menyakitkan, berakibat perih. Ilustrasi ringan yang dekat dan paling akrab di telinga adalah kejadian tabrakan antar 2 kendaraan sehingga Jatuh korban, bersimbah darah. Perih.
Terdapat kecelakaan yang lebih besar dari pada ilustrasi ringan diatas, yaitu bentuk kecurangan dalam menakar menggunakan timbangan. Penjual di pasar, toko maupun warung-warung seperti tergambar dalam surat Al-Muthaffifin: 1-3sangat dekat dengan kenyataan kesulitan Perekonomian negeri sedang sakit dan tidak stabil, godaan untuk berbuat curang dalam menakar menggunakan timbangan ada di depan mata. Timbangan tidak saja berupa benda kecil dan mungil berukuran 20cm saja, karena yang ditimbang bisa jadi adalah milyaran sampai trilyunan rupiah. Siapakah mereka? Sang pembawa amanat untuk distribusi keuangan, bendahara dan pemegang kuasa keuangan dan perekonomian, pejabat pemerintah sampai agen-agen pembawa uang dan barang.
Seorang guru honorer mengeluh karena gaji yang mestinya ia terima 6 bulan lalu hingga kini tak kunjung tiba. Pegawai perusahaan anu gajinya tertahan, dan ketika sudah cair terdapat potongan di sana-sini.
Awas lo.. para pejabat, panjenengan bisa di jerat surat Al-muthoffifin ayat 1 sampai dengan 3. Jeratan hukum positif negeri ini hanya akan mengantar Anda ke balik bui, tapi jeratan hukum Allah… sungguh celaka!!
Kebobrokan yang sudah sistemik dan menggurita di hampir semua instansi mengakibatkan lumpuhnya sendi-sendi kesadaran dan pertaubatan. Untuk itu insyallah sangat baik kalau kita mulai dari diri sendiri dan mulai mengajak orang di sekitar kita. mengajak menjadi duta penyeimbang.
Sering kita menemui hal yang sulit dan pahit untuk diungkap, tapi Qulil haq walau murron , katakanlah kebaikan itu meski pahit dirasa.
Menjadi duta berarti, setiap kita adalah da’i dan penyeru. Ibda’il ‘an, mulailah sekarang. Ibda binafsik. Mari kita mengawali dari diri sendiri. Mengawali menjadi oposan untuk setiap kebatilan, kedhaliman.