Banner
Dewi Persik, Maaf aku Mencemooh kamu
This is my site Written by el masarif on August 8, 2008 – 10:23 am

Pikiran tidak logis, emosi, pingin memaki, mengata-ngatai, kalau saya mendengar kata Dewi Persik. Kapan lagi saya bersikap dan bersuara? Lewat blog lah saya bisa bersuara. Hal ini saya sampaikan ke istri saya lengkap dengan redaksi kalimat yang nyaris tidak ada perubahan. Diujung pernyataan saya tambahkan pertanyaan singkat, “Bagaimana agar maksud baik saya ini tetap terlihat dan terdengar santun tanpa kata cemooh yang kentara terhadap Dewi Persik?”

“Maksud sampean bagaimana?” istri saya balik bertanya.

“Harus ada satu gerakan nyata untuk bisa mengarahkan, menunjukkan bahwa ini dan itu harusnya begini dan begitu. Paling tidak ada wujud nyata dari upaya Dakwah yaitu mengajak meski pada tataran tertentu hal ini tidak bisa sampai kepada yang bersangkutan. Setidaknya ada upaya penyadaran kepada khalayak”

“Ya, itu saja yang Abi tulis!” istri saya menengah dengan suara yang sedikit meninggi. Abi mesti punya takaran dan filter untuk bisa menyaring kata layak atau tidak kalau kalimat tertentu ditulis untuk keperluan tertentu, misalnya ngeblog.

“Weiks!! Itu adalah kalimat tercerdas yang saya dengar dari sampean sepanjang hari ini…” Istri saya senyum dan … off the record. Suasan menjadi relaks. Saya telalu jauh berpikir, hingga tidak tau ternyata yang saya inginkan ada di depan mata.

Dan Ide itu?!

Sebenarnya berangkat dari kalimat yang di nyatakan Dewi Persik di depan wartawan, “Biarlah masayarakat sendiri yang menilai nantinya.. Siapa yang benar dan siapa yang salah!” setelah perseteruannya dengan HIPMI dan beberapa pencekalan larangan tampil manggung di beberapa kabupaten dan kota.

Aksi erotis, goyang gergaji, pakaian super hot dan seksi dianggapnya masih dalam batas kewajaran. Saya kan entertainer, penghibur. Jangan munafik lah.. Anda juga suka kan?

Deuh…..

Posted in  

One Response to “Dewi Persik, Maaf aku Mencemooh kamu”

  1. [...] ‘tag’ artis meski sebelumnya saya pernah membanding-bandingkan artis sandra dewi dan dewi persik dalam satu meja di mata google search [...]

Leave a Reply