Written by el masarif on August 8, 2009 – 10:45 am
Benarkah yang terbunuh dalam penyergapan yang memakan waktu 17 jam dimulai dari jam 17.00 sampai dengan pukul 10 siang hari itu bukan nurdin M Top?
Saya menggunakan pendekatan kalimat yang berbeda dengan ungkapan banyak pertanyaan yang berkembang, “Benarkah yang terbunuh di temanggung adalah Noordin M Top” Jangan terlalu di hiraukan kata ‘bukan’ yang ada dan di tiadakan tersebut, tapi esensi yang ingin saya angkat adalah sebuah pertanyaan, apakah Noordin sudah tertangkap? Baik tertangkap hidup hidup atau mati.
Saya di untungkan dengan koneksi internet yang ngadat beberapa abad lamanya ini, sehingga bisa mempunyai banyak waktu luang semisal melihat acara pandangan mata secara langsung dari temanggung yang di siarkan oleh TV One dengan reporter Encep dan Grace Natalie. Disamping dua reporter yang handal tersebut ada peran kameramen, entah siapa namanya, yang begitu gesit dan jeli memantau pergerakan dan perkembangan dalam memantau penyergapan satu rumah di kaki bukit di desa Beji Tamanggung tersebut. Kalau Anda belum sempat melihat penyergapan tersebut, coba saksikan sekarang, saya yakin tayangan itu masih terus di tayang dan di ulang.
Dar, dar, dar, dor…. dor!!!
Siapakah yang berada di dalam?
Saya Noordin M. Top!
Sedikit dialog itu dijadikan clue bahwa Jenazah yang meninggal itu adalah benar Noordin M Top.
Seorang pengamat intelejen barusan mengingatkan saat pasukan cakra birawa mendatangi kediaman rumah Jendral Nasution dan bertanya, “siapa di dalam?” dan Piere Tendean menjawab, “saya Nasution”
O iya, apa benar ada robot pengintai yang di gunakan untuk membantu densus 88 di tamanggung tersebut? Kok mirip mainan mobil-mobilan yang ada remote kontrolnya saja, ya? Awalnya saya menduga itu adalah benar robot pengintai yang di lengkapi kamera, sehingga bisa lebih mudah memantau kondisi di dalam ruangan, bukannya mengangkut Bom dan kemudian di ledakkan ke target sasaran. Robot apa mobil remot, ya? Kalau itu adalah robot pengintai yang di lengkapi kamera saya yakin waktu 17 jam untuk satu orang itu adalah terlalu lama. Kalau itu adalah robot pengintai saya yakin target sasaran bisa dilumpuhka sehingga bisa di korek lebih dalam informasi tentang kegiatan dan jaringan mereka. Nyatanya tidak, berondong senapan gencar menyerang di satu ruang kamar mandi tanpa perlawanan. AKibatnya?
Akibatnya sampai sekarang kepastian siapa jenazah yang meninggal pada penyergapan itu masih menunggu test DNA.
O iya, ada juga skenario yang menyebutkan bahwa awalnya saat penyergapan jumlah orang yang di dalam rumah ada 3-4 orang, tapi ketika semua usai yang ada hanya satu jenazah saja.
Entahlah mana yang benar, yang jelas pada saatnya nanti kebenaran pasti akan datang. Pasti!!

Pertamaxxx….
Itu dia yang saya amati sejak tadi pagi…ternyata ada yang ngangkat juga di blog…yah…positive thinking aja deh mas, capek ngikutin "kelihaian" taktik polisi sekarang mah, teroris licik dibalas licik juga, apa mau me-licik-i wong cilik yo?!…nasib nasib…
mampus lo NOORDIN!!!!!!
hahahahaa
sama tak kirain itu mobil2an. capek kelamaan nungguin polisi masuk sasaran, gak kayak yang di felm2. ya wiss yang penting ada hasilnya saja.
ya mudah2 an aja teroris berikutnya itu adalah Joker,wuhahahahahahahhahahahahaaaaaaaaaa
Menurut hasil test DNA memang bukan.