Written by el masarif on April 28, 2009 – 4:16 am
Stag!! Beberapa hari saya stagnan. Suhu perubahan tak saya rasakan sama sekali. Denyut jantung semangat tidak berdetak. Perubahan yang katanya adalah sebuah keharusan tidak saya rasakan wujud dan ghirrahnya . Hey.. tidurkah ini? Coba tampar muka saya. Plak!!!
Wathao… sakit tau!! Tamparan ini menandakan saya riel, tidak berada di dunia tidur. Tidak lain ini adalah efek berantai dari putus nyambung tempo hari.
Waktu dulu belum ada listrik orang hidup dengan biasa, tidak ada tuntutan lebih dalam penerangan. Temaram malam dengan setempel lampu minyak bukan hal yang diada-adakan seperti pesta malam ala kaum jet set yang memaksa sunyi hadir dalam keramaian dengan tiruan lampu minyak. Padahal waktu dulu sepi adalah hal biasa.
Saat itu media televisi dan radio masih jarang, yang ada adalah nyanyian burung hantu di malam hari. Tidak ada kegelisahan apapun
Dengan alasan akselerasi dunia usaha, revolusi industri dan mengikuti perkembangan jaman munculah berbagai alat yang memperpendek ruang dan waktu dalam satu kemas kotak kecil yang disebut handphone, laptop, PDA dan kerabat-kerabatnya.
Dalam kesempatan ini coba bayangkan satu diantara mereka tidak menyertai Anda dalam satu hari. Tanggalkan HP, TV, Internet, Blogging, KOmputer.
Exactly, Kelabakan!. Itulah yang saya alami ketika putus nyambung memutusku dari dunia internet dan blogging tempo hari.
Alhamdulillah pada saat saya hilang itu tidak berapa lama saya teringat tentang keharusan kepada siapa mesti bergantung yaitu sang khaliq, pencipta hidup bukannya barang barang yang di sebutkan di atas.
surat al ikhlas berikut ini:
???? ???? ??????? ?????? (?)
??????? ????????? (?)
???? ?????? ?????? ??????? (?)
?????? ?????? ???? ??????? ?????? (?)
1. Katakanlah: “Dia-lah Allah, yang Maha Esa
2. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.
3. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan,
4. dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.

Benar sekali masarif ketergantungan yang haqiqi hanyalah pada sang Khalik sementara ketergantungan dengan alam sekitar beserta isinya hanyalah semu yang tak kan pernah ada puasnya
subhanallah. Alhamdulillah selalu ada saudara yang mengingatkan. memang benar, waktu dan ruang saat ini seakan-akan semakin sempit. wajarlah kalau kebanyakan orang bilang kok waktu sekarang ini begitu cepat berlalu ?. ya pantas aja,setiap hari kita dituntut melakukan kegiatan 10 kali lebih banyak & lebih cepat dari waktu dulu dan akhirnya kita menjadi tergantung. bersyukurlah kita diperintahkan tiap hari shalat lima waktu sehingga kita bisa sejenak melepaskan diri dari ketergantungan duniawi menuju ketergantungan hakiki
duh.. klo inet matek.. saya gak bisa becanda-canda an via messenger ama ayank saya… hiksss
Mudah2 tidak tertanam ketergantungan pada teknologi, dan tidak juga menyalahi ayat berikutnya. kita Menyetarakan (memposisikan) Teknologi sebagai rob.
Pecinta sejati adalah yang tidak pernah slingkuh, coba kita hitung prosentasenya ?….. dalam 24 jam berapa prosen kita menyelingkuhi Pencipta.
Object2 selain engkau adalah semu
oh…. begitu toolnya daku
bercumbu dan berenang dalam lautan hasrat semu
kemana usia akan kau habiskan….?
(aku nggak wani nerusno
awakku mrinding kabeh)
salam ceria slalu.
daftar selingkuh dalam 24 jam
30 %……………kelon anak bojo
50 %……………kelon komputer
10 %……………kelon konco
9 %……………Kelon bantal-guling
1 %……………??????
contonen aku sak polah tingkahe tetep sujud sukur
Ketergantungan ama ngeblog mas? Wajar saja kok blogger2 yang konsisten ngeblog pasti akan mengalaminya. Tapi percayalah, semua pasti berlalu… Welcome to the real life! :)
bener mas deddy ketergantungan dengan nggeblok jadi lupa